You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Panggung Senja Hibur Pengunjung Monas di Akhir Pekan
photo Mustaqim Amna - Beritajakarta.id

Panggung Senja Hadirkan Suasana Baru di Kawasan Wisata Monas

Ada suasana berbeda di kawasan wisata edukatif Monumen Nasional (Monas) saat sore hari di akhir pekan atau Sabtu dan Minggu. 

Panggung Senja dimulai pada pukul 16.00 sampai 18.00

Pantauan beritajakarta.id, selain menjadi ruang ekspresi bagi para musisi, pementasan yang dilakukan juga memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat yang berkunjung ke Monas.

Anies Ajak Civitas Akademika IKJ Wujudkan Jakarta Sebagai Ruang Ekspresi Seni

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Munjirin mengatakan, musisi yang tampil di Panggung Senja berasal dari beragam genre, mulai musik pop, jazz, hingga reggae.

"Panggung Senja dimulai pada pukul 16.00 sampai 18.00," ujarnya, di lokasi Panggung Senja, kawasan wisata Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9).

Ia menjelaskan, pihak UPK Monas tetap melakukan seleksi terlebih dahulu dan mengatur jadwal bagi mereka yang ingin tampil di Panggung Senja.

"Kita ingin warga atau wisatawan betul-betul terhibur dan bisa menikmati musik yang dibawakan dengan apik," terangnya.

Munjirin menambahkan, untuk musisi yang tampil maupun warga yang menyaksikan pertunjukkan tidak dipungut bayaran.

"Semua kami fasilitasi secara gratis. Semoga ini menjadi hiburan tambahan yamg menarik dan membawa suasana baru di Monas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12059 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1363 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1335 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1299 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1008 personBudhi Firmansyah Surapati